Menyusun Kerangka Proyek (Project Charter)
Dokumen untuk menyelaraskan semua pihak sebelum memulai: ruang lingkup, hal di luar lingkup, risiko, dan milestone.
Susun kerangka proyek (project charter) untuk proyek [nama proyek] di [nama perusahaan]. Tujuan proyek: [tujuan]. Sponsor/Pemilik Proyek: [nama]. Tim: [komposisi tim]. Anggaran: [anggaran dalam Rupiah]. Target penyelesaian: [tenggat waktu]. Latar belakang proyek: [konteks]. Struktur dokumen: konteks dan masalah yang ingin diselesaikan (maksimal 3 baris), tujuan yang terukur (KPI), ruang lingkup yang disertakan, hal-hal yang secara eksplisit DIKECUALIKAN (harus detail untuk menghindari scope creep), deliverable dengan kriteria penerimaan, milestone utama dengan tanggal, peran dan tanggung jawab (siapa yang memutuskan, mengerjakan, dikonsultasikan, dan diinformasikan), risiko yang teridentifikasi beserta mitigasinya ([risiko yang sudah terbayang]), serta asumsi dan ketergantungan. Susun setiap bagian agar potensi ketidaksepakatan muncul SEKARANG saat peninjauan, bukan di tengah jalan. Akhiri dengan 3 pertanyaan kunci yang harus diputuskan oleh komite sebelum peluncuran.